13 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg Ditemukan Sebagai Penghangat Kandang Ayam di Lombok Timur

VN-24, Lombok Timur, NTB – Temuan mengejutkan terjadi di Kabupaten Lombok Timur, di mana Satuan Tugas (Satgas) Elpiji setempat menemukan lebih dari 13.000 tabung gas melon 3 kilogram yang digunakan bukan untuk rumah tangga miskin, melainkan sebagai penghangat suhu pada kandang ayam. Jumlah ini didasarkan pada asumsi penggunaan di 200 kandang ayam.

Praktik ini dianggap sebagai salah satu penyebab utama kelangkaan gas elpiji subsidi yang melanda wilayah Lombok Timur akhir-akhir ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M. Juaini Taofik, menyatakan bahwa konsumsi tabung elpiji 3 Kg oleh kandang ayam cukup tinggi, dengan rata-rata satu kandang menghabiskan 4 hingga 6 tabung per hari. Jika dihitung per bulan, totalnya mencapai 120 hingga 180 tabung.

“Dari hasil inspeksi mendadak, penggunaan gas elpiji 3 kilogram di kandang ayam tersebut cukup signifikan, yaitu mencapai 40 hingga 60 tabung setiap 10 hari untuk satu kandang,” ungkap Taofik.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana memfasilitasi penukaran tabung 3 kilogram milik pengusaha kandang ayam dengan tabung ukuran 12 kilogram atau tabung non-subsidi. Skema ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina.

“Tujuannya adalah agar ekonomi peternak tetap berputar tanpa melanggar regulasi yang mengatur penggunaan gas subsidi hanya untuk masyarakat yang kurang mampu,” ujar Taofik.

Selain menyisir kandang ayam, Satgas Elpiji Lotim juga melakukan razia di Pelabuhan Kayangan untuk menindaklanjuti dugaan pengiriman elpiji secara ilegal ke Pulau Sumbawa. Namun, hingga saat ini, tidak ditemukan bukti pelanggaran tersebut.

“Sumbawa belum melakukan konversi, sehingga ada kemungkinan tabung ini diselundupkan ke Sumbawa. Namun, hasil razia tidak menemukan bukti adanya penyelundupan,” jelas Taofik.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk segera beralih menggunakan elpiji non-subsidi. Langkah ini penting agar penggunaan elpiji benar-benar tepat sasaran dan untuk mencegah terulangnya kelangkaan di tengah masyarakat.

Ia juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas kelangkaan ini, sekaligus memenuhi kebutuhan para peternak ayam yang selama ini bergantung pada gas subsidi.

Warisin mengklaim bahwa situasi pasokan elpiji di masyarakat mulai pulih.

Operasi pasar yang digencarkan dan jadwal distribusi ke pangkalan kini mulai kembali normal.

“Saya menerima laporan bahwa jadwal untuk hari ini sudah terekam dengan baik, tidak seperti beberapa waktu lalu. Ini menunjukkan bahwa pendistribusian mulai terpantau normal dan datanya semakin rapi,” ungkapnya.

Pewarta : irwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *