VN-24, Jakarta – Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (Rel MBG) menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Organisasi ini pun segera menyiapkan serangkaian langkah tanggap darurat untuk membantu para penyintas.
Berdasarkan data BNPB per pukul 15.00 WIB, gempa tersebut merenggut 38 korban jiwa, 2 orang luka berat, serta 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga dilaporkan mengungsi secara mandiri. Sementara itu, BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami sejak pukul 07.30 WIB, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi gempa susulan dan menjauhi bangunan yang rusak.
Komitmen Aksi Nyata
Ketua Umum Rel MBG, KRT Roy Marjuk Hadipuro, menegaskan pihaknya tidak hanya menyampaikan simpati, melainkan siap turun tangan dengan aksi nyata.
“Bencana di NTT adalah duka kita bersama. Rel MBG hadir berdiri bersama masyarakat terdampak, bukan sekadar ucapan belasungkawa, melainkan melalui gotong royong yang nyata, tertib, dan berpihak pada kebutuhan penyintas. Kami mengajak seluruh elemen bangsa menyatukan kepedulian, serta tetap menghormati arahan komando penanganan bencana dari pemerintah dan petugas di lapangan,” ujar Roy dalam siaran persnya.
Buka Donasi dan Kerahkan Tim Lapangan
Sekretaris Jenderal Rel MBG, Tb. M Dedi Lesmana, SIP, menjelaskan pihaknya segera mengonsolidasikan seluruh jaringan relawan, mitra, dan simpul daerah untuk membuka penggalangan bantuan kemanusiaan secara resmi.
“Kami meminta masyarakat hanya menyalurkan bantuan melalui kanal resmi yang akan diumumkan sekretariat Rel MBG,” tegas Dedi.
Rel MBG menyiapkan penanganan dalam 5 tahap:
1. Pembukaan donasi: Rekening, narahubung, jadwal penggalangan, dan laporan pertanggungjawaban akan diumumkan secara resmi.
2. Asesmen cepat: Dilakukan secara jarak jauh dan turun lapangan bersama jejaring lokal untuk memetakan kebutuhan mendesak, lokasi prioritas, dan kelompok rentan.
3. Pengerahan tim: Melibatkan unsur kesehatan, logistik, data dan komunikasi, perlindungan kelompok rentan, serta dukungan psikososial.
4. Distribusi bantuan: Berdasarkan hasil asesmen dan berkoordinasi dengan BNPB/BPBD, dinas terkait, pemda, Basarnas, TNI, Polri, serta lembaga kemanusiaan lainnya.
5. Laporan publik: Rincian penerimaan, penggunaan, distribusi, dan sisa dana akan disampaikan secara berkala dan transparan.
Fokus Layanan Kesehatan dan Kelompok Rentan
Ketua Bidang Kesehatan dan Tanggap Bencana Rel MBG, dr. Ekasakti Octohariyanto, MPdKed, MKM, FRSPH, menekankan pentingnya layanan kesehatan berkelanjutan pascabencana.
“Perhatian harus diberikan pada kesinambungan obat bagi penderita penyakit kronis, layanan ibu dan anak, ketersediaan air bersih serta sanitasi, pencegahan penyakit menular di lokasi pengungsian, kesehatan jiwa, hingga perlindungan bagi lansia, anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan pengerahan tim akan dilakukan setelah hasil asesmen tuntas, agar kehadiran relawan aman, tepat sasaran, dan tidak membebani sistem penanganan di lapangan.
Prioritas Bantuan Tanggap Darurat
Berdasarkan pemantauan awal, bantuan yang diprioritaskan meliputi:
– Layanan kesehatan dasar dan kegawatdaruratan
– Obat-obatan dan alat kesehatan
– Air minum bersih, sanitasi, kebutuhan kebersihan dan kesehatan perempuan
– Makanan siap santap dan bahan pangan layak konsumsi
– Tenda, alas tidur, selimut, penerangan, dan perlengkapan pengungsian
– Perlengkapan khusus bayi, anak, lansia, dan penyandang disabilitas
– Pertolongan psikologis awal dan perlindungan penyintas
Rel MBG mengajak masyarakat, pelaku usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan seluruh jejaring kerelawanan untuk bersatu membantu. Pihaknya mengimbau menyalurkan bantuan secara bertanggung jawab, tidak menyebarkan berita belum terverifikasi, serta tidak mendatangi lokasi bencana tanpa koordinasi resmi.
Informasi lengkap mengenai rekening donasi, kode QR, titik pengumpulan bantuan, dan jadwal keberangkatan tim akan disampaikan melalui seluruh kanal resmi Rel MBG setelah proses verifikasi dan koordinasi selesai.
Pewarta: Alpons
