Diduga Oknum AG Anggota Polres Rembang Menimbun BBM Jenis Solar Subsidi

VN-24, BLORA – Praktik kotor dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Blora benar-benar sudah melampaui batas!

Bisnis ilegal ini tidak hanya merampok hak rakyat dan merugikan negara, tetapi kini mulai menelan korban jiwa masyarakat sipil akibat kecerobohan armada mafia yang merasa kebal hukum.

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di kawasan Jalan Baru, dekat Pasar Sidomakmur, Blora. Insiden berdarah ini melibatkan satu unit truk yang diduga kuat merupakan armada “pengangsu” (penimbun) solar ilegal, yang menghantam sebuah sepeda motor Yamaha Aerox hingga pengendaranya mengalami luka serius.

Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun di lapangan, truk maut tersebut diduga keras milik seorang oknum anggota Polres Rembang berinisial AG.

Oknum aparat yang seharusnya menegakkan hukum ini disinyalir kuat justru menjadi otak di balik gudang penimbunan solar subsidi ilegal yang berlokasi di Desa Sendangharjo, Kabupaten Blora.

Menurut kesaksian JK, salah seorang warga di lokasi kejadian, insiden mengerikan ini bermula ketika truk bermuatan solar ilegal tersebut keluar dari arah Jalan Baru.

Tanpa memedulikan keselamatan pengguna jalan lain, truk tersebut secara ugal-ugalan langsung memotong dan merangsek masuk ke jalur utama.

Pada saat yang bersamaan, korban yang mengendarai Yamaha Aerox melaju dari arah utara.

“Truk itu dari jalan baru, terus secara tiba-tiba langsung masuk jalan raya. Sopirnya seperti tidak sadar atau tidak peduli ada motor melintas dari arah utara.

Tabrakan keras tidak bisa dihindarkan lagi!” ungkap JK dengan nada geram saat ditemui di sekitar Pasar Sidomakmur Blora.

Akibat hantaman keras armada mafia tersebut, pengendara motor terkapar dengan luka parah dan langsung dilarikan oleh warga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kebejatan kru truk tidak berhenti di situ. Bukannya bertanggung jawab, usai menabrak korban, pelaku justru memilih kabur menyelamatkan diri.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa pelaku pengangsu solar tersebut sempat melarikan diri ke Desa Karangnoko, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Sopir truk maut tersebut diketahui merupakan warga setempat bernama Iwan, sementara kernetnya yang ikut kabur hingga kini belum diketahui identitasnya.

Tragedi ini menjadi puncak gunung es yang membuka kotak pandora bisnis gelap BBM di Blora.

Keterlibatan oknum polisi berinisial AG dalam pusaran bisnis ilegal ini adalah tamparan keras bagi institusi Polri. Masyarakat Blora kini meradang dan menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji manis retorika!

Masyarakat Blora mendesak keras:
Kapolda Jawa Tengah dan Propam Segera Turun Tangan! Periksa dan sanksi tegas oknum AG terkait kepemilikan gudang solar ilegal di Desa Sendangharjo.

Jangan biarkan institusi Polri dikotori oleh mental mafia.

Satlantas Polres Blora Harus Transparan! Usut tuntas kecelakaan ini tanpa ada intervensi, kongkalikong, atau upaya “masuk angin” hanya karena kendaraan yang terlibat milik sesama korps institusi Polri.

Tangkap Sopir Iwan dan Kernetnya! Buru pelaku tabrak lari yang bersembunyi di Kecamatan Banjarejo dan seret ke meja hijau.
Praktek ilegal “ngangsu” solar ini sudah sangat meresahkan. Kecerobohan dan keserakahan mereka kini telah menumpahkan darah warga sipil.

Hukum harus tegak, walau langit runtuh! Jangan biarkan nyawa masyarakat terus dikorbankan demi mempertebal dompet mafia BBM berkedok seragam institusi!

Pewarta : Sulthon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *