VN-24, Aceh – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang.
Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).
Tito mengatakan sebanyak 731 praja IPDN pada gelombang ketiga yang diterjunkan di Aceh Tamiang, akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.
Tito menekankan para praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang ketiga untuk sigap membersihkan sisa lumpur di Aceh Tamiang, sebagaimana yang telah dilakukan praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang pertama dan gelombang kedua.
“Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja) ini kemudian juga ada rumah masyarakat drainase dan lain-lain karena memang di Aceh Tamiang ini adalah salah satu dampak terberat terutama karena endapan lumpur banjirnya bisa 4 sampai 5 meter,” kata Tito.
Pada gelombang pertama, Praja IPDN yang diterjunkan menghadapi lokasi penanganan bencana yang cukup berat karena diterjunkan pada fase awal pemulihan. Tugas utama mereka saat itu fokus pada pembersihan lumpur di wilayah perkantoran pemerintahan karena berhenti total terdampak bencana.
Di gelombang kedua, Praja IPDN yang diterjunkan difokuskan pada pembersihan lumpur di wilayah lingkungan masyarakat serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
Tito mengungkapkan, praja IPDN yang diterjunkan gelombang ketiga ditargetkan membersihkan 42 titik selama sebulan yang terdiri dari 10 rumah, 22 drainase, 7 jalan, serta 3 fasilitas sosial dan fasilitas umum. Namun, jika target selesai dalam waktu kurang dari sebulan, maka praja IPDN akan dialihkan ke titik lain yang masih penuh lumpur di lingkungan pemukiman masyarakat.
“Kalau lebih cepat mereka akan digeser ke tempat lainnya yang memerlukan bantuan,” kata Tito.
Dalam kesempatan itu, Tito mengingatkan para praja IPDN untuk menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan di Aceh Timang sebagai ruang pembelajaran nyata ilmu pemerintahan.
Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, ke Aceh Tamiang merupakan bagian rangkaian agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga sekaligus meninjau progres rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana di Aceh Tamiang.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang.
Pewarta : Irwan
